Handphone berdering diantara musik blues yang aku putar.aku coba angkat,namun di matikan.
dalam hati mulai bertanya.ada apa??
Lalu handphone berdering untuk kedua kalinya.kali ini aku enggan mengangkatnya.namun deringan itu menyiksa telinga,mengganggu sendu ayunan musik blues yang mendayu-dayu memperkosa gitarnya.
Lalu handphone berdering untuk kedua kalinya.kali ini aku enggan mengangkatnya.namun deringan itu menyiksa telinga,mengganggu sendu ayunan musik blues yang mendayu-dayu memperkosa gitarnya.
Hallo..jawabku..........
lalu terdengar suara seperti dari jauh sayup-sayup tangis menjawab.suaranya dan nafasnya sesak,seperti sehabis lari dari sisa -sisa kenyataan.
Dia menceritakan apa yang barusan terjadi dengan kekasihnya.pertengkaran kecil antara dia dan kekasihnya.hatiku mulai bertanya kembali,kenapa dia menceritakan semua ini??.tapi apa salahnya..toh aku juga sahabatnya,pikirku lagi.
Durasi pembicaraan kami terhenti,dia mematikan telponnya tanpa adanya basa-basi.2 menit 21 detik dan berakhir di 23.11.
Aku sedikit heran dengan kekasihnya,dulu dia sulit mendapatkannya,perlu perjuangan hingga membuat dia benar-benar cinta.namun apa yg terjadi sekarang.untuk membuat dia tersenyumpun tak bisa yang ada hanya tetesan airmata.
Satu pesan ku untuk dia,iya..dia si pria bangsat "kalau gak bisa menghapus air matanya,minimal kamu jangan membuat dia menangis,membanjiri pipinya dengan air mata."
Untukmu pria bangsat yang di sana

