Tak terasa akan pagi,tapi kenapa mata tak mau di ajak kompromi?
Aku masih diam menatap layar laptop seperti di dalam kehampaan,dan itu adalah sebuah pilihan.
Handphone berdering,suaranya sedikit bising.Ternyata sms dari teman dan isinya gak penting
Ok,dari pada aku buang waktu menatap layar kosong seperti asu yang di pecundangi waktu lebih baik aku ke angkringan dan siapa tau aku mendapat pengetahuan di situ.
setibanya di angkringan aku hanya di temani keheningan.kemana semua orang? yang biasanya tertawa bercengkrama seperti dunia ini milik mereka?
Apakah insomnia tak lagi berteman dengan mereka?
Tak lama datang seorang pria,sudah tua mungkin umurnya sekitar 50 tahunan.
oh ternyata dia,aku sering berjumpa dengannya,dan angkringan ini sebagai tempatnya.
Apakah jogja begitu sempit? "pikirku dalam hati",tapi ya sudahlah mungkin dia bisa di jadikan teman pencerita.
Tanpa malu-malu kubuka sebuah percakapan,dan dia mulai menanggapinya.
obrolan malam kami panjang dan sudah ngalor ngidul tepatnya.
Dari membahas zaman indonesia sebelum merdeka,sampai kami membahas tentang semua ajaran agama dan kebenarannya.
Dia seperti memberi doktrin di dalam pikiranku dengan cerita-cerita dari masa lalu.
Dalam hatiku berkata "bagaimana bisa orang yang sudah (termasuk tua) mampu mengingat sejarah dan semacamnya lengkap dengan bukti-bukti yang mendukungnya?". Terkadang orang yang minim dalam hal berpendidikan tau akan seluk beluk sejarah di bandingkan kami-kami ini mahasiswa yang jauh datang dari desa yang hanya memadatkan jogja".
Ada satu cerita menarik di dalam percakapan kami saat membahas 99 nama Tuhan(asmaul husna).Dan dia berkata bahwa 99 nama tuhan itu belum sempurna.Lalu aku bertanya;di mana kekurangannya dan bagaimana seharusnya?
Dia menjawab "itu Tugas Rasulullah untuk menyempurnakannya". Walah..kalau itu saya juga tau pak.kemudian Aku terdiam dan sedikit kecewa karna tak mendapat jawaban yang sesuai harapan.
Dia mulai angkat bicara lagi dan mulai memberiku pertanyaan."kamu percaya tuhan ada di mana-mana?".aku terdiam sejenak,lalu menjawab"iya saya percaya".
Memang..Tuhan itu ada di mana-mana,tapi lebih tepatnya dia ada di hati kamu.Dan kekurangan sifat Tuhan yang 99 agar genap menjadi 100 adalah itu.jawab pria itu.
Wow..ini pemikiran baru,bahkan aku tidak pernah memikirkannya sepanjang hidupku; "kataku dalam hati".
Memang benar adanya apa yang di katakannya,pada umumnya hati kita itu bersih dalam melakukan suatu tindakan,tapi pikiran kitalah yang kotor yang mampu mengotori hati.
Tak terasa sudah hampir 3 jam berbincang-bincang.Dan aku sudah menghabiskan 5 batang nikotin dalam perbincangan itu.
Kulihat matanya sudah sipit seperti bulan sabit.mungkin dia sudah mengantuk,dan insomnia jancuk tak lagi mampu menemaninya.
Percakapan selesai dan aku mulai berhitung untuk membayar apa saja yang sudah aku habiskan.
Trimakasih wahai pria serba tau.Berkatmu aku mendapat pengalaman dan pengetahuan baru
Jogja,18-12-2012

