mungkin juga aku sudah membuang-buang waktu yang sangat berharga hanya untuk membuat sebuah coretan.
Tapi mau kemana lagi aku curahkan apa yang aku rasakan saat ini ,ke Facebook?? atau ke Twitter?? atau Tuhan?? mungkin juga Tuhan sudah bosan mendengar begitu banyak pintaku untuknya,karena aku tahu masih banyak doa yang lebih mulia di luar sana yang layak didengarkan dari pada keluh kesahku ini.
Aku cuma bisa berandai-andai...seandainya saja aku di berikan sebuah tombol ajaib oleh Tuhan yaitu ON/OFF yang bisa aku gunakan kapan saja.
Disaat aku Cinta kamu,aku tinggal menekan tombol ON,dan di saat cintaku berlebihan aku tinggal menekan Tombol Off.Aku ingin semuanya di kendalikan dalam sebuah tombol.Aku takut cintaku terlalu besar untukmu,hingga akhirnya kamu tak sanggup menerima dan menampungnya.
Aku banyak belajar menghargai hidup darimu,bukan dari siapa-siapa.
Aku sanggup menerima hitammu dan mungkin kamu tak sanggup menerima hitamku.
Banyak sudah cobaan yang aku lewati untukmu,meskipun mungkin kamu tak menyadarinya kalau di saat itu selalu ada aku.
Aku tak menuntut banyak darimu,karena aku tak memiliki Hak untuk itu.
Seandainya kamu tau.....Hatiku dan hatimu itu pada dasarnya sama,Hanya terbuat dari segumpal darah.
Yang memiliki dan menyimpan rasa,baik bahagia,pedih maupun perih.
Sudah terlalu banyak hatiku tersakiti,tertusuk,terinfeksi bahkan mungkin hampir mati.
Hingga akhirnya Tuhan memberiku sesuatu yang berbeda.Entah itu kutukan atau sebuah anugrah.
Kini Tuhan menciptakan hatiku dari sebuah lempengan baja.Tuhan membuatku kebal dari banyaknya Rasa sakit yang menghujam.
Namun aku lupa kodratku,meskipun hatiku terbuat dari baja,tapi aku hanya manusia biasa.
Baja itu kuat,aku ingin kuat,aku bukan baja,dan aku tidak kuat.
Yang kutakutkan bukan sebuah kegagalan, melainkan menyerah sebelum sampai tujuan.
Tuhan..tolong berikan aku kekuatan.
Dan aku mohon berikan dia pengertian Tuhan.
Yakinkan dia dan hatinya,aku akan mencoba menjadi yang terbaik untuknya.
Tuhan ..aku mohon agar engkau senantiasa meredam egoku dan egonya.
Jangan engkau jadikan kami api keduanyanya,buatlah salah satu diantara kami menjadi air
yang senantiasa menyejukkan suasana di saat logika tak bisa lagi berpikir.
***
Sepenggal Gundahku,ditengah keheningan
menyiksa batinku,dengan rasa sakit menghujam
dengan sebatang rokok ini aku hembuskan kepenatan
Hanya berdoa semoga tuhan Senantiasa mengiringi kita di saat berjalan
Yogyakarta,11 maret 2013

